Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran norma ortografi dalam media digital, khususnya pada penggunaan huruf miring dan huruf kapital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena maraknya penyimpangan kaidah bahasa dalam komunikasi digital yang cenderung mengutamakan kecepatan dan ekspresi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks dari berbagai platform media digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan huruf miring dan huruf kapital mengalami pergeseran fungsi, baik dalam bentuk penyimpangan maupun perluasan makna. Huruf miring sering digunakan tidak sesuai kaidah atau bahkan diabaikan, sementara huruf kapital banyak digunakan sebagai sarana ekspresi. Pergeseran ini dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, kemudahan, dan karakteristik komunikasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa norma ortografi dalam media digital menjadi lebih fleksibel, namun tetap memerlukan kesadaran dalam penggunaannya.
Copyrights © 2026