Semangka (Citrullus lanatus L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun ketersediaan benih hibrida unggul masih menjadi kendala dalam peningkatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu petik bunga jantan dan lama pemeraman terhadap viabilitas polen, keberhasilan polinasi, dan produksi benih hibrida semangka tipe dragon. Penelitian dilaksanakan di PT Tani Murni Indonesia, Sleman, Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor, yaitu waktu petik bunga jantan pada pukul 14.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.00 WIB serta lama pemeraman selama 16, 17, dan 18 jam. Parameter yang diamati meliputi viabilitas polen, persentase keberhasilan polinasi, berat buah, jumlah biji per buah, berat biji per buah, dan daya berkecambah benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu petik bunga jantan berpengaruh nyata terhadap viabilitas polen, dimana viabilitas tertinggi diperoleh pada pemetikan pukul 14.00 WIB sebesar 98,82%. Interaksi antara waktu petik dan lama pemeraman berpengaruh nyata terhadap keberhasilan polinasi dan daya berkecambah benih. Kombinasi pemetikan pukul 14.00 WIB dengan pemeraman 16 jam menghasilkan keberhasilan polinasi tertinggi sebesar 96,46%, sedangkan kombinasi pemetikan pukul 15.00 WIB dengan pemeraman 17 jam menghasilkan daya berkecambah tertinggi sebesar 100%. Perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, jumlah biji per buah, dan berat biji per buah. Penelitian ini menunjukkan bahwa sinkronisasi waktu pemetikan bunga jantan dan lama pemeraman yang tepat dapat meningkatkan efektivitas polinasi serta kualitas benih pada produksi benih hibrida semangka.
Copyrights © 2026