Penelitian ini mengkaji konsep pemberian hukuman dalam pendidikan anak menurut Kholid bin Hamid Al-Hazimy sebagaimana tertuang dalam kitab Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyyah. Kajian dilatarbelakangi oleh maraknya praktik hukuman yang tidak proporsional di lembaga pendidikan yang bertentangan dengan prinsip pendidikan Islam humanistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) dan analisis isi (content analysis). Data primer diperoleh dari kitab Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyyah, sedangkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah dan literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman dalam perspektif Al-Hazimy bersifat korektif, preventif, dan humanistik ditempatkan sebagai metode terakhir setelah keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan pengawasan tidak berhasil. Hukuman harus memenuhi empat prinsip: proporsionalitas, gradualitas, edukatif, dan kemanusiaan. Pembahasan mengkonfirmasi bahwa pemikiran Al-Hazimy selaras dengan temuan riset psikologi pendidikan modern yang menolak hukuman fisik serta teori positive discipline yang menekankan pembangunan tanggung jawab intrinsik anak. Relevansi konsep ini dengan paradigma perlindungan anak dan pendidikan karakter kontemporer menjadikannya model pedagogis yang aplikatif bagi lembaga pendidikan Islam.
Copyrights © 2026