Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh work life balance dan job crafting terhadap kinerja karyawan, dengan self efficacy sebagai variabel moderasi pada Toyota Body and Paint Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Populasi mencakup seluruh 44 karyawan aktif Toyota Body and Paint Bengkulu, dan teknik total sampling diterapkan sehingga seluruh 44 karyawan menjadi responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin, dan pengujian hipotesis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Evaluasi outer model mengonfirmasi bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas konvergen dengan nilai AVE di atas 0,500 (Work Life Balance = 0,708; Job Crafting = 0,647; Kinerja Karyawan = 0,692; Self Efficacy = 0,716) dan reliabilitas yang memadai dengan nilai Cronbach's Alpha berkisar antara 0,911 hingga 0,950. Nilai R-Square sebesar 0,877 mengindikasikan bahwa 87,7% variasi kinerja karyawan mampu dijelaskan oleh model. Hasil analisis koefisien jalur menunjukkan bahwa job crafting berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,613; T-statistik = 2,604; p-value = 0,005), sedangkan work life balance tidak berpengaruh signifikan (β = 0,000; T-statistik = 0,002; p-value = 0,499). Hasil Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa self efficacy tidak mampu memoderasi hubungan antara work life balance dan kinerja karyawan (T-statistik = 0,046; p-value = 0,482), maupun hubungan antara job crafting dan kinerja karyawan (T-statistik = 0,802; p-value = 0,211). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku proaktif karyawan melalui job crafting berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja, sedangkan self efficacy tidak terbukti menjadi variabel moderasi yang efektif dalam konteks penelitian ini.
Copyrights © 2026