Artikel ini mengkaji implementasi konsep ekoteologi melalui partisipasi aktif MAN 2 Kota Malang dalam gerakan penanaman pohon bersama Yayasan Grojogan Sewu di Lereng Gunung Arjuno-Welirang pada 13–14 Januari 2026. Penelitian pengabdian menggunakan metode deskriptif kualitatif ini melibatkan 15 partisipan (5 guru dan 10 siswa). Program dirancang melalui tiga tahapan: perencanaan kolaboratif, pelaksanaan integratif, dan evaluasi reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mentransformasikan nilai ekoteologi Kementerian Agama RI dari wacana menjadi praktik multipihak secara konkret. Melalui penanaman 1.000 bibit pohon, program ini berkontribusi pada rehabilitasi ekosistem sekaligus berfungsi sebagai model pembelajaran holistik untuk membangun kesadaran kritis-ekologis berbasis nilai keislaman. Kendati dibatasi oleh jumlah sampel dan durasi aksi yang singkat, program ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk pelembagaan program dan kemitraan jangka panjang. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat sipil menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan agama yang responsif dan praksis ekologi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026