Rendahnya pemahaman konsep siswa pada pembelajaran fisika masih menjadi permasalahan. Tujuan penelitian ini ialah menguji efektivitas penerapan Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan scaffolding terhadap pemahaman konsep siswa pada materi momentum dan impuls. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi berasal dari salah satu SMAN di Bandung yang berjumlah dua kelas dengan teknik Purposive Sampling yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kontrol, masing-masing 32 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes pemahaman konsep dengan bentuk pilihan ganda untuk mengukur aspek pemahaman Wiggins dan McTighe yaitu explanation, application, interpretation, perspective. Hasil yang diperoleh antara kelas Eksperimen dan Kontrol menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0,05). Peningkatan pada kelas eksperimen termasuk kategori sedang (=0,68) dengan aspek explanation kategori sedang (=0,60), interpretation kategori sedang (=0,68), perspective kategori sedang (=0,52) dan aspek application kategori tinggi (=0,82). Efektivitas kelas eksperimen terhadap kelas kontrol termasuk kategori kuat (d = 0,81). Dengan demikian, model PBL dengan pendekatan scaffolding dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi rendahnya pemahaman konsep fisika siswa pada materi Momentum dan Impuls dibandingkan dengan model PBL.
Copyrights © 2026