Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran layanan bimbingan dan konseling dalam meningkatkan Adversity Quotient (AQ) peserta didik, yaitu kemampuan individu dalam menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan kehidupan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025 melalui basis data Google Scholar dan ResearchGate. Sebanyak 19 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk layanan bimbingan dan konseling, seperti bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan konseling kelompok, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan AQ siswa. Teknik seperti problem solving, self-instruction, self-talk, cognitive restructuring, dan experiential-based learning terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan, kepercayaan diri, serta pola pikir positif dalam menghadapi kesulitan. Selain itu, guru BK berperan strategis sebagai fasilitator dalam mengembangkan ketangguhan psikologis dan kemampuan adaptif siswa. Dengan demikian, layanan bimbingan dan konseling terbukti berkontribusi besar dalam pengembangan adversity quotient peserta didik agar menjadi individu yang tangguh, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan
Copyrights © 2026