Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah menciptakan peluang interaksi digital yang luas, namun juga meningkatkan munculnya perilaku agresi verbal di kolom komentar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk perilaku agresi verbal di kolom komentar TikTok serta mengkaji implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Data diperoleh melalui dokumentasi komentar negatif pada TikTok dan didukung oleh berbagai literatur yang relevan mengenai agresi verbal, kesehatan mental, serta bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agresi verbal muncul dalam bentuk body shaming, penghinaan personal, sindiran, dan pelecehan verbal berulang. Perilaku tersebut berdampak negatif terhadap kesehatan mental korban seperti menurunnya kepercayaan diri, kecemasan sosial, overthinking, gangguan citra diri, hingga risiko depresi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam menangani permasalahan ini melalui bimbingan kelompok, konseling individu, pelatihan regulasi emosi, dan psikoedukasi kesehatan mental digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan ketahanan mental diperlukan untuk menciptakan interaksi digital yang lebih sehat dan positif.
Copyrights © 2026