Rendahnya tingkat literasi siswa di era digital menjadi tantangan yang berdampak pada kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan kesiapan akademik siswa. Kondisi tersebut ditemukan pada siswa SMK Bali Dewata yang aktif menggunakan teknologi, namun belum memanfaatkannya secara optimal untuk kegiatan membaca produktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun kembali budaya literasi siswa melalui program Silent Reading sebagai bentuk pembiasaan membaca yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan proses design thinking yang meliputi tahap empati, definisi, ideasi, prototipe, dan uji coba. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, survei, dan analisis kebutuhan siswa serta guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Silent Reading selama sepuluh menit sebelum pembelajaran mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya literasi serta menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Program ini diperkuat melalui sesi review bacaan, pemberian apresiasi, perekrutan volunteer siswa, dan donasi buku sebagai dukungan ekosistem literasi sekolah. Program ini menunjukkan bahwa pembiasaan membaca yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan dapat menjadi strategi efektif dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah berbasis teknologi.
Copyrights © 2026