Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Kabupaten Takalar dengan prevalensi yang relatif tinggi pada balita. Desa Kampung Beru sebagai wilayah pesisir memiliki potensi hasil laut yang melimpah, namun pemanfaatannya sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga nelayan masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga nelayan dalam pencegahan stunting melalui diversifikasi pangan berbasis hasil laut. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan mitra, sosialisasi, edukasi tentang stunting dan gizi keluarga, pelatihan pengolahan pangan hasil laut, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar dengan melibatkan 20 ibu rumah tangga nelayan sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator. Rata-rata skor kemampuan deteksi dini stunting meningkat dari 46,0 menjadi 83,0, keterampilan pembuatan MP-ASI dari 37,0 menjadi 85,0, keterampilan pengawetan dan pengolahan pangan dari 45,5 menjadi 82,0, serta kemampuan inovasi diversifikasi olahan pangan dari 41,5 menjadi 87,0. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan hasil laut sebagai pangan bergizi, sehingga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan keluarga dan pencegahan stunting. Model pemberdayaan ini berpotensi diterapkan pada wilayah pesisir lain dengan karakteristik yang serupa Kata Kunci : Stunting; Gizi; Diversifikasi; Pangan; Keluarga
Copyrights © 2026