Perkembangan ekonomi modern sering menimbulkan tekanan terhadap lingkungan dan keberlanjutan sosial, sementara akuntansi konvensional cenderung fokus pada kinerja finansial jangka pendek. Penelitian ini mengkaji integrasi green accounting dan maqashid syariah sebagai paradigma akuntansi yang mendukung keberlanjutan dan kemaslahatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif analitik berbasis studi literatur dari jurnal, buku, dan publikasi akademik relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting memungkinkan pencatatan, pengukuran, dan pelaporan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara transparan, sementara maqashid syariah menekankan perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Integrasi keduanya menghasilkan kerangka akuntansi holistik yang tidak hanya menilai profitabilitas, tetapi juga mempromosikan kesejahteraan manusia, kelestarian lingkungan, dan nilai etika serta spiritual. Pendekatan ini memperkuat fungsi akuntansi sebagai instrumen pengambilan keputusan berkelanjutan yang bermanfaat bagi perusahaan, masyarakat, dan generasi mendatang.
Copyrights © 2026