Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 2 (2026): Juni

Antara Naqli dan Aqli: Konstruksi Teologi Moderat Aliran Asy’ariyah dan Relevansinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer

Imam Mhd Khairunnizam ZS (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)
Zulfahmi Zulfahmi (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)
Muhammad Nasir (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)
Sahmana Abdullah Siregar (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif aliran Asy'ariyah sebagai mazhab teologi Islam yang paling berpengaruh dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah. Menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-analitis, artikel ini menguraikan pengertian, sejarah perkembangan, pemikiran pokok, argumentasi teologis, tokoh-tokoh utama, dan metode ijtihad aliran Asy'ariyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa aliran Asy'ariyah yang didirikan oleh Abu Hasan al-Asy'ari (260-324 H/873-935 M) hadir sebagai jalan tengah (wasathiyyah) antara dua kutub ekstrem: Mu'tazilah yang hiperrasionalis dan Salafiyah yang hipertekstualis. Pemikiran pokok Asy'ariyah mencakup doktrin dua puluh sifat wajib Allah, teori kasab dalam perbuatan manusia, distinsksi kalam nafsi dan kalam lafzhi, serta relasi proporsional antara akal dan wahyu. Metode ijtihad Asy'ariyah bercirikan tawassuth, tawazun, dan i'tidal, memadukan dalil naqli dan dalil aqli secara berimbang. Relevansi Asy'ariyah sangat terasa di Indonesia, di mana mayoritas umat Islam, khususnya yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, menganut paham teologi ini sebagai landasan akidah yang moderat dan toleran.

Copyrights © 2026