Terbitnya Peraturan Menteri Agama mendorong pasraman formal bertransformasi menjadi widyalaya agar sesuai regulasi. Perubahan ini mencakup penyesuaian administratif, kurikulum, dan sistem pembelajaran. Widyalaya diharapkan tetap menjaga nilai Hindu sambil memenuhi ketentuan pemerintah. Rumusan masalah penelitian: 1) Bagaimana proses transformasi Madyama Widya Pasraman Dwi Jendra menjadi Widyalaya? dan 2) Apa kendala dan upaya yang dihadapi Madyama Widya Pasraman Dwi Jendra dalam mengahdapi transformasi menjadi Wdyalaya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses transformasi pasraman formal menjadi Widyalaya dan mengetahui kendala dan upaya dalam menghadapi transformasi menjadi widayala. Permasalahan tersebut dikaji menggunakan teori struktural fungsional dan teori behavioristik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data model interaktif. Hasil dari penelitian: 1) Proses transformasi pasraman formal menjadi widyalaya terjadi melalui tiga proses yaitu a) Proses awal; b) Pelaksanaan; c) Proses akhir transformasi pasraman formal menjadi widyalaya. 2) Kendala dan upaya yang dihadapi Madyama Widya Pasraman Dwi Jendra dalam menghadapi transformasi menjadi widyalaya yakni: a) Kendala tenaga pendidik, Kendala dana, kendala kurangnya koordinasi dengan pembimas, penyelenggara dan yayasan; b) Upaya yang dilakukan yaitu: Mencari guru yang diperbantukan, Optimalisasi pengelolaan aset yayasan, Peningkatan Koordinasi dengan pembimas, penyelenggara dan yayasan serta memperkuat hubungan sekolah dan masyarakat.
Copyrights © 2026