Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kearifan lokal masyarakat Banjar dalam membentuk karakter religius anak melalui permainan tradisional. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali secara mendalam nilai-nilai pendidikan karakter religius yang terkandung dalam berbagai permainan tradisional Banjar, serta bagaimana orang tua dan masyarakat berperan dalam penyampaiannya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional Banjar, seperti asinan, balogo, dan bagasing, sarat dengan pesan moral, nilai-nilai spiritual, serta ajaran agama Islam yang tercermin dalam aturan permainan, interaksi antar pemain, dan narasi yang menyertainya. Proses permainan ini secara alami menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, kesabaran, kerjasama, dan rasa hormat kepada sesama, yang merupakan pondasi karakter religius. Integrasi kearifan lokal ini menawarkan alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam pendidikan karakter religius di era modern. Kesimpulan studi ini menegaskan pentingnya pelestarian dan revitalisasi permainan tradisional sebagai media strategis untuk menumbuhkembangkan generasi yang berkarakter religius kuat dan berakar pada budaya lokal.
Copyrights © 2026