Penelitian ini didasari oleh pengamatan di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih sangat lemah, ditambah dengan kurangnya modul pembelajaran matematika yang dirancang khusus untuk siswa kelas delapan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning yang valid, praktis, dan efektif guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menerapkan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap utama: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Peserta penelitian adalah 32 siswa kelas VIII di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. Data yang dikumpulkan meliputi data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh melalui instrumen seperti kuesioner dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, modul yang dihasilkan memenuhi persyaratan kelayakan setelah dievaluasi dari segi desain, bahasa, dan validitas isi. Selain itu, modul tersebut memperoleh nilai kepraktisan sebesar 87,14% berdasarkan penilaian guru dan 91,46% berdasarkan respons siswa, yang menunjukkan bahwa modul tersebut sangat praktis. Berdasarkan hasil evaluasi tes, tingkat penguasaan materi siswa mencapai 90,6% dan masuk dalam kategori “sangat efektif”, serta tingkat rata-rata keterampilan berpikir kritis matematika siswa sebesar 82,34 dan masuk dalam kategori “sangat baik”. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis problem based learning yang dibuat berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika.
Copyrights © 2026