Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap bahasa mahasiswa terhadap penggunaan istilah bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dalam kampanye Kampus Hijau (Green Campus) di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada 36 responden mahasiswa program studi Sastra Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (lebih dari 70%) memiliki sikap positif terhadap penggunaan istilah berbahasa Inggris seperti green campus, eco-friendly, zero waste, dan sustainability dalam kampanye lingkungan kampus. Sikap positif ini dipengaruhi oleh faktor globalisasi, paparan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik, serta anggapan bahwa istilah asing lebih modern dan informatif. Namun demikian, sebagian responden juga menghendaki penggunaan bahasa bilingual agar pesan kampanye lebih inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi bilingual merupakan pendekatan yang paling efektif dalam menyampaikan kampanye Green Campus tanpa mengesampingkan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Copyrights © 2026