Yessa Ronauli Pardosi
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Subjektivitas Perempuan dalam Relasi Toksik: Analisis Feminisme Eksistensialis Simone de Beauvior pada Film Posesif (2017) Najwa Syalsabilla; Devi Silaban; Agnes Lumban Gaol; Yessa Ronauli Pardosi; Ecka Libertyta Sitepu; Muhammad Oky F Gafari
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9854

Abstract

Penelitian ini menganalisis subjektivitas perempuan dalam relasi toksik melalui perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir dengan mengkaji film Posesif (2017). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data utama berupa adegan, dialog, dan alur cerita film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan, Lala, awalnya memiliki kebebasan dan tujuan hidup yang jelas, namun dalam hubungannya dengan Yudhis, ia mengalami tekanan dan kontrol yang membatasi kebebasannya, sehingga menjadi "the other". Temuan ini mengungkap bahwa relasi toksik dapat menghambat kebebasan eksistensial perempuan dan memengaruhi cara perempuan memandang dirinya sendiri.
Sikap Bahasa Mahasiswa Terhadap Penggunaan Istilah Bahasa Asing Dalam Kampanye Kampus Hijau (Green Campus) Yessa Ronauli Pardosi; Tasya Aulia Rusdi; Almarisa Berutu; Sukma Pebri Sianturi; Oky Ferdinand Gafari
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap bahasa mahasiswa terhadap penggunaan istilah bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dalam kampanye Kampus Hijau (Green Campus) di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada 36 responden mahasiswa program studi Sastra Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (lebih dari 70%) memiliki sikap positif terhadap penggunaan istilah berbahasa Inggris seperti green campus, eco-friendly, zero waste, dan sustainability dalam kampanye lingkungan kampus. Sikap positif ini dipengaruhi oleh faktor globalisasi, paparan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik, serta anggapan bahwa istilah asing lebih modern dan informatif. Namun demikian, sebagian responden juga menghendaki penggunaan bahasa bilingual agar pesan kampanye lebih inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi bilingual merupakan pendekatan yang paling efektif dalam menyampaikan kampanye Green Campus tanpa mengesampingkan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.