Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut kepala sekolah/madrasah memiliki kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, perubahan kebijakan, dan implementasi kurikulum digital. Namun, praktik rekrutmen yang belum sepenuhnya berbasis meritokrasi, evaluasi kinerja yang masih cenderung administratif, serta pengelolaan kurikulum digital yang belum optimal masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan rekrutmen, evaluasi kinerja, dan strategi transformasi manajemen kurikulum digital melalui kepemimpinan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, memanfaatkan data dari buku, artikel ilmiah, laporan organisasi internasional, dan dokumen kebijakan pemerintah yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi melalui SIM KSPSTK, Ruang GTK, dan kebijakan terbaru telah mendorong sistem rekrutmen dan evaluasi yang lebih transparan dan berbasis kompetensi. Model integratif yang menghubungkan rekrutmen, evaluasi kinerja, dan manajemen kurikulum digital berkontribusi dalam memperkuat kepemimpinan sekolah abad ke-21. Penelitian selanjutnya perlu menguji model ini melalui studi empiris pada berbagai konteks sekolah.Kata Kunci: Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran, Penanaman nilai-nilai Keislaman, Lapas I Medan.
Copyrights © 2026