Permasalahan dilatarbelakangi rendahnya tingkat keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kerja sama, serta hasil belajar siswa pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III SDN Melayu 7. Kondisi tersebut dipengaruhi proses pembelajaran yang didominasi oleh guru, sehingga keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar optimal, kemampuan bekerjasama antar siswa masih rendah, dan siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kerjasama, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PERKASA. Kajian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan. Subjek yang terlibat dalam kajian berjumlah 15 siswa. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru, yaitu dari kategori baik pada awal tindakan menjadi kategori sangat baik pada akhir tindakan. Aktivitas siswa meningkat dari 27% menjadi 87% dengan kategori sangat aktif. Keterampilan pemecahan masalah meningkat dari 27% menjadi 80% dengan kategori sangat terampil. Keterampilan kerja sama meningkat dari 33% menjadi 93% dengan kategori sangat terampil. Hasil belajar juga meningkat dari 33% menjadi 93% sehingga ketuntasan klasikal tercapai. Dengan demikian, penerapan model PERKASA yang mengintegrasikan PBL, Make a Match, dan CRH mampu memaksimalkan aktivitas pembelajaran, keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kerja sama, serta hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Pancasila.
Copyrights © 2026