Rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika materi pecahan menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan hasil belajar melalui model BAIMBAI yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian Tindakan Kelas ini melibatkan 22 siswa kelas IV SDN Podok I Kabupaten Banjar dalam tiga pertemuan. Data diperoleh melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru meningkat dari 80% menjadi 98%, aktivitas siswa dari 36% menjadi 86%, berpikir kritis dari 5% menjadi 77%, pemecahan masalah dari 9% menjadi 77%, dan kolaborasi dari 23% menjadi 82%, serta ketuntasan hasil belajar mencapai 82% kognitif, 91% afektif, dan 86% psikomotorik. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konsep integrasi PBL, RME, dan NHT sebagai pendekatan sinergis dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi siswa sekolah dasar. Secara praktis, model BAIMBAI dapat menjadi rujukan guru dalam merancang pembelajaran Matematika yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif guna meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa.
Copyrights © 2026