Penelitian ini dilatarbelakangi dari rendahnya keterampilan murid dalam mengemukakan pendapat dan berpikir kritis pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut karena kegiatan pembelajaran yang belum memberikan ruang aktif bagi murid, dominasi guru yang masih kuat, serta pelaksanaan kerja kelompok yang belum terstruktur dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan ini, peneliti menerapkan model PATEN, yaitu kombinasi dari model Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Number Head Together. Tujuan penelitian adalah menganalisis peningkatan kualitas aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan mengemukakan pendapat, serta keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 13 murid kelas V SDK Simpang Bumbuan semester II tahun ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek. Skor aktivitas guru naik dari 20 menjadi 32, aktivitas murid meningkat dari 15,38% menjadi 92,31%, keterampilan mengemukakan pendapat tumbuh dari 15,38% menjadi 92,31%, dan keterampilan berpikir kritis melonjak dari 7,69% menjadi 84,61%. Hasil belajar murid juga meningkat dari 15,38% menjadi 92,31%. Dengan demikian, penerapan model PATEN terbukti efektif meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026