: Modernisasi telah mendorong kemajuan material, namun juga memicu krisis moral dan spiritual akibat melemahnya internalisasi nilai-nilai transendental. Kondisi tersebut mendorong pentingnya mengkaji peran tarekat sebagai institusi pembinaan spiritual dalam membangun kembali akhlak masyarakat. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi dan peran tarekat Qadiriah wa Naqsyabandiyah dalam internalisasi nilai-nilai akhlak di Pagutan Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Adapun informan penelitian meliputi mursyid, khalifah, dan jamaah tarekat di wilayah Pagutan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tarekat Qadiriah wa Naqsyabandiyah telah berkembang di Pagutan Timur sejak dekade 1960-an dan berfungsi sebagai lembaga pembinaan spiritual, media komunikasi, serta penguat kohesi sosial; (2) pembinaan spiritual dilaksanakan melalui ritual baiat, dzikir, suluk, khataman, dan manakib; dan (3) internalisasi nilai-nilai akhlak dilakukan melalui bimbingan personal dan kelompok dengan metode pendampingan, keteladanan, nasihat, motivasi, serta praktik ritual. Temuan ini menunjukkan bahwa tarekat berperan dalam merevitalisasi nilai-nilai transendental sebagai dasar pembentukan akhlak dan etika sosial, sejalan dengan gagasan Seyyed Hossein Nasr mengenai pentingnya spiritualitas agama dalam membangun kembali etika manusia dan lingkungan.
Copyrights © 2026