Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menulis cerita fantasi melalui metode Project Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan pembelajaran berdiferensiasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Nanggulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VII, dengan wawancara siswa dilakukan melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang pembelajaran dengan menyesuaikan konten, proses, dan produk sesuai profil belajar siswa, serta memanfaatkan media digital untuk mendukung kolaborasi. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti tahapan PjBL, dengan diferensiasi yang memberi kebebasan siswa menulis cerita fantasi dalam bentuk teks narasi, komik digital, atau narasi bergambar. Evaluasi dilakukan secara autentik melalui penilaian proses dan produk menggunakan rubrik yang disampaikan sejak awal. Tantangan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, kompleksitas manajemen kelas, dan keterbatasan akses perangkat digital, sedangkan siswa menghadapi kesulitan dalam menemukan ide, mengembangkan cerita, serta keterbatasan sumber belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa integrasi PjBL dengan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa dalam menulis cerita fantasi, meskipun masih memerlukan dukungan berupa sumber belajar variatif, pelatihan guru, dan kebijakan sekolah yang mendukung fleksibilitas pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026