Perkembangan teknologi digital, terutama penggunaan smartphone, telah mengubah cara anak-anak bermain dengan sangat besar, termasuk di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebiasaan anak-anak dalam menggunakan teknologi di Desa Naumbai, Kecamatan Kampar, Provinsi Riau. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis bagaimana penggunaan teknologi tersebut mempengaruhi keterlibatan mereka dalam permainan tradisional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposif terhadap 60 responden yang berusia antara 8 hingga 12 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji untuk memastikan kevalidan dan keandalannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% anak menggunakan smartphone setiap hari, 75% di antaranya lebih suka bermain dengan smartphone daripada bermain permainan tradisional, dan hanya 28,3% yang masih aktif bermain permainan tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara seberapa sering teknologi digunakan dan minat terhadap permainan tradisional. Keadaan ini membahayakan keberlangsungan budaya lokal di Desa Naumbai. Diperlukan langkah-langkah seperti mengadakan festival permainan tradisional dan memasukkan permainan tradisional ke dalam pelajaran di sekolah untuk membantu menjaga warisan budaya lokal.
Copyrights © 2026