Pendidikan kritis yang dikembangkan oleh Henry Giroux merupakan bentuk perlawanan terhadap dominasi neoliberalisme dalam institusi pendidikan. Konsep ini menekankan pentingnya refleksi, dialog, dan kesadaran sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pendidikan kritis Giroux dalam pendidikan agama Islam di Indonesia, dengan menyoroti implikasi terhadap kurikulum, metode pengajaran, dan peran guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pendidikan kritis dapat memperkaya pendidikan agama Islam dengan memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir secara reflektif dan kontekstual. Selain itu, integrasi pendekatan kritis dalam kurikulum dan metode pengajaran dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menekankan pemahaman mendalam dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama Islam yang berbasis pada pendidikan kritis berpotensi menciptakan individu yang religius, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi lebih lanjut penerapan pendidikan kritis dalam berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitasnya.
Copyrights © 2026