Transformasi digital telah mengubah cara organisasi beroperasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi, sekaligus meningkatkan potensi konflik akibat perubahan teknologi, pola kerja virtual, dan dinamika hubungan kerja yang semakin kompleks. Dalam kondisi tersebut, manajemen konflik dan negosiasi menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat komitmen organisasi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis pengaruh manajemen konflik dan negosiasi terhadap komitmen organisasi dalam konteks transformasi digital. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks pada Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis terhadap 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik yang berorientasi kolaboratif berkontribusi positif terhadap peningkatan komitmen organisasi melalui penguatan kepercayaan, komunikasi terbuka, dan persepsi keadilan. Selain itu, strategi negosiasi integratif terbukti lebih efektif dibandingkan negosiasi distributif dalam membangun hubungan kerja yang berkelanjutan dan meningkatkan keterikatan karyawan terhadap organisasi. Transformasi digital juga berperan sebagai faktor kontekstual yang memoderasi hubungan tersebut melalui kematangan digital organisasi, literasi digital karyawan, dan pola kerja virtual. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan teori perilaku organisasi serta menjadi acuan praktis bagi pimpinan dan praktisi sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan transformasi digital. Orisinalitas penelitian terletak pada integrasi manajemen konflik, negosiasi, komitmen organisasi, dan transformasi digital dalam satu kerangka konseptual yang komprehensif.
Copyrights © 2026