Penelitian ini menganalisis bagaimana wacana tandingan terhadap kondisi sosial yang dikonstruksikan dalam tagar #KaburAjaDulu di media sosial X. Fenomena ini muncul sebagai respon kolektif generasi muda terhadap krisis kepercayaan pada sistem meritokrasi, tekanan ekonomi, dan kualitas layanan publik di Indonesia. Menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model tiga dimensi Norman Fairclough, penelitian ini membedah teks pada tingkat mikro, praktik kewacanaan pada tingkat meso, dan sosiokultural pada tingkat makro. Temuan penelitian kemudian diinterpretasikan melalui teori Relasi Kuasa Michel Foucault. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana #KaburAjaDulu terbagi dalam tiga klaster isu utama, yakni gugatan terhadap keadilan pasar kerja yang tidak meritokratis, dekonstruksi nasionalisme sebagai instrumen pendisiplinan ekonomi, serta perbandingan kualitas layanan publik domestik dengan standar global. Melalui perspektif Foucault, fenomena ini diidentifikasi sebagai kontestasi terhadap Rezim Truth narasi pemerintah mengenai Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tagar tersebut menandai retaknya kontrak sosial antara warga negara dan pemerintah di ruang digital, sekaligus merupakan bentuk counter Conduct yang menandakan urgensi reformasi sistem ketenagakerjaan dan peningkatan layanan publik guna mencegah fenomena brain drain yang masif.
Copyrights © 2026