Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyelidikan terhadap anak yang berstatus sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika di Kabupaten Morowali Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan terhadap anak tersangka kasus narkoba di Morowali Utara pada dasarnya telah mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait penerapan diversi, pendampingan oleh orang tua atau wali, serta keterlibatan pembimbing kemasyarakatan. Namun, dalam praktiknya masih terdapat beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya aparat penegak hukum, kurangnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme diversi, serta minimnya fasilitas khusus untuk pemeriksaan anak. Selain itu, belum optimalnya koordinasi antar lembaga terkait turut mempengaruhi efektivitas proses penanganan perkara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun prosedur penyelidikan dan penyidikan telah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, implementasinya masih memerlukan peningkatan, terutama dalam hal perlindungan hak anak dan optimalisasi diversi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, penyediaan sarana dan prasarana yang ramah anak, serta penguatan koordinasi antar lembaga guna mewujudkan sistem peradilan pidana anak yang lebih efektif dan berkeadilan
Copyrights © 2026