Pelatihan tenis meja di Indonesia menghadapi kendala utama berupa sulitnya mengintegrasikan latihan pukulan (stroke) dan gerak kaki (footwork), mahalnya harga robot pelontar bola (Rp2,3–23,5 juta), serta metode manual multiball yang rawan human error. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sarana latihan Spin Ball Simulation yang inovatif, efektif, dan terjangkau. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba meliputi satu ahli materi, satu ahli media, satu ahli bahasa, dan 36 atlet tenis meja dari beberapa klub di Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah angket validasi ahli dan angket uji praktikalitas, dengan analisis data menggunakan persentase kelayakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan produk berhasil dibuat dengan biaya Rp50.000 per unit. Validasi ahli materi mencapai 100% (sangat layak), ahli media 100% (sangat layak), dan uji praktikalitas atlet mencapai 92,45% (sangat layak). Kesimpulannya, sarana latihan Spin Ball Simulation sangat layak dan efektif digunakan untuk melatih keterampilan stroke dan footwork pada atlet pemula hingga menengah, serta menjadi solusi praktis dan terjangkau bagi pembinaan tenis meja di Indonesia.
Copyrights © 2026