Penelitian ini berawal dari fenomena pelaksanaan konseling individual yang kurang dengan tahapan penyelenggaraan layanan konseling. Guru BK dari awal konseling terkesan lebih banyak memberikan ceramah, memarahi siswa sehingga siswa ada yang takut mengikuti konseling individu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian siswa SMA Negeri 1 Sungai Limau dengan sampel 145 siswa. Pengambilan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah persepsi siswa dengan menggunakan skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual secara keseluruhan berada pada kategori baik, (2) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual berdasarkan tahap-tahap pelaksanaan konseling individual berada pada kategori baik, dan (3) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual berdasarkan Kepribadian guru BK dalam pelaksanaan konseling individual berada pada kategori baik.
Copyrights © 2025