Yarmis Sukur
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepuasan Siswa Mengikuti Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah (SMP Se-Kecamatan Pauh) Azzahra Farzana Mirzah; Yarmis Sukur
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.250

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak siswa yang merasa kurang puas dengan pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah, ketidakpuasan ini dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu: 1) kehandalan, 2) daya tanggap, 3) jaminan, 4) empati, 5) bukti fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling pada: 1) keseluruhan, 2) aspek kehandalan, 3) aspek daya tanggap, 4) aspek jaminan, 5) aspek empati, 6) aspek bukti fisik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 149 siswa di sekolah (SMP Se-Kecamatan Pauh) yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dengan cara memberikan instrumen penelitian berupa angket tingkat kepuasan yang sudah diuji validitas dengan aplikasi SPSS dengan menggunakan rumus pearson correlation. Untuk pengolahan data menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, 2) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek kehandalan berada pada kategori tinggi, 3) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek daya tanggap berada pada kategori tinggi, 4) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek jaminan berada pada kategori tinggi, 5) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek empati berada pada kategori tinggi, 6) kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari aspek bukti fisik berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa guru BK bisa menyesuaikan penampilan seperti busana, tutur kata, dan hal lainnya dengan tempat menjalankan profesinya.
Pelaksanaan Konseling Individual Berdasakan Persepsi Siswa Nurul Azmi; Yarmis Sukur
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.251

Abstract

Penelitian ini berawal dari fenomena pelaksanaan konseling individual yang kurang dengan tahapan penyelenggaraan layanan konseling. Guru BK dari awal konseling terkesan lebih banyak memberikan ceramah, memarahi siswa sehingga siswa ada yang takut mengikuti konseling individu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian siswa SMA Negeri 1 Sungai Limau dengan sampel 145 siswa. Pengambilan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah persepsi siswa dengan menggunakan skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual secara keseluruhan berada pada kategori baik, (2) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual berdasarkan tahap-tahap pelaksanaan konseling individual berada pada kategori baik, dan (3) persepsi siswa tentang pelaksanaan konseling individual berdasarkan Kepribadian guru BK dalam pelaksanaan konseling individual berada pada kategori baik.
Gambaran Kontrol Diri Siswa yang Membolos di SMA N 2 Kota X Mike Yolanda; Yarmis Sukur
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v7i1.341

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena disekolah, yang mana masih banyak ditemukan siswa yang membolos pada jam pembelajaran dikelas, penyebab siswa membolos dikarenakan memiliki kontrol diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontrol diri siswa yang membolos. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi yaitu siswa SMA N 2 Kota X dengan sampel penelitian sebanyak 92 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Pengadministrasian perolehan data menggunakan angket kontrol diri yang telah diuji validitas dengan menggunakan rumus pearson correlation. Data penelitian ini diolah dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) secara keseluruhan kontrol diri siswa yang membolos berada pada kategori rendah, 2) ditinjau dari aspek kontrol perilaku (behavior control), kontrol diri siswa yang membolos berada pada kategori sedang ,3) ditinjau dari aspek kontrol kognitif (kognitive control), kontrol diri siswa yang membolos berada pada kategori rendah, 4) ditinjau dari aspek kontrol keputusan (decision control) kontrol diri siswa yang membolos berada pada kategori rendah. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa perilaku membolos siswa disebabkan adanya kontrol diri yang rendah. Dengan demikian, peran guru BK dalam menangani fenomena disekolah terkait siswa yang membolos dengan cara memberikan layanan dan melakukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran.