Disorientasi nilai telah menjadi salah satu tantangan utama dalam Pendidikan Agama Islam kontemporer, karena praktik pendidikan cenderung lebih menekankan pencapaian akademik dan penguasaan kognitif dibandingkan internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Orientasi semacam ini menyebabkan munculnya kesenjangan antara pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam dan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tazkiyatun nafs menurut perspektif Al-Ghazali serta menelaah relevansinya sebagai kerangka dalam psikologi pendidikan Islam untuk mengatasi permasalahan disorientasi nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan karya-karya Al-Ghazali sebagai sumber utama serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan hubungan konseptual yang terkandung di dalamnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan disorientasi nilai terletak pada orientasi pendidikan yang lebih mengutamakan capaian kognitif dibandingkan pembinaan moral dan kesadaran spiritual. Dalam konteks ini, konsep tazkiyatun nafs Al-Ghazali yang meliputi tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli menawarkan suatu model komprehensif untuk menumbuhkan penyucian jiwa, pengendalian diri, serta pengembangan karakter yang luhur. Selain itu, konsep tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan konstruksi psikologis berupa kesadaran diri (self-awareness), pengaturan diri (self-regulation), dan pengendalian diri (self-control), yang merupakan dimensi penting dalam psikologi pendidikan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa tazkiyatun nafs dapat berfungsi sebagai pendekatan psikologis-spiritual yang efektif dalam merekonstruksi orientasi Pendidikan Agama Islam menuju proses pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada pengembangan manusia secara holistik, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Copyrights © 2026