Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tazkiyatun Nafs dalam Perspektif Al-Ghazali: Upaya Mengatasi Disorientasi Nilai dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Reyhan Aditya Julianto; Mahasri Shobahiya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7391

Abstract

Disorientasi nilai telah menjadi salah satu tantangan utama dalam Pendidikan Agama Islam kontemporer, karena praktik pendidikan cenderung lebih menekankan pencapaian akademik dan penguasaan kognitif dibandingkan internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Orientasi semacam ini menyebabkan munculnya kesenjangan antara pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam dan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tazkiyatun nafs menurut perspektif Al-Ghazali serta menelaah relevansinya sebagai kerangka dalam psikologi pendidikan Islam untuk mengatasi permasalahan disorientasi nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan karya-karya Al-Ghazali sebagai sumber utama serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan hubungan konseptual yang terkandung di dalamnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan disorientasi nilai terletak pada orientasi pendidikan yang lebih mengutamakan capaian kognitif dibandingkan pembinaan moral dan kesadaran spiritual. Dalam konteks ini, konsep tazkiyatun nafs Al-Ghazali yang meliputi tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli menawarkan suatu model komprehensif untuk menumbuhkan penyucian jiwa, pengendalian diri, serta pengembangan karakter yang luhur. Selain itu, konsep tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan konstruksi psikologis berupa kesadaran diri (self-awareness), pengaturan diri (self-regulation), dan pengendalian diri (self-control), yang merupakan dimensi penting dalam psikologi pendidikan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa tazkiyatun nafs dapat berfungsi sebagai pendekatan psikologis-spiritual yang efektif dalam merekonstruksi orientasi Pendidikan Agama Islam menuju proses pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada pengembangan manusia secara holistik, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Edukasi Pembelajaran Al-Qur’an Jamaah Oemah Qur’an Soediyono dalam Progam Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Sragen Tahun 2025-2026 Erlita Kusuma Dewi; Nadhifa Nur Alifazahro; Reyhan Aditya Julianto; Adinda Cantika Rini; Triono Ali Mustofa
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1967

Abstract

The phenomenon of Quranic illiteracy among the elderly remains an unresolved challenge in Indonesia. Inappropriate teaching methods and inadequate instruction result in lagging and inefficient use of time in reading and writing the Quran. The goal of this activity is to eradicate Quranic illiteracy among the elderly, especially at Oemah Quran Soediyono, Sragen. The methods used in the activity include community education and training, starting from planning, implementation, and evaluation. The results of the activity show that the Albirru learning method is proven to be effective, flexible, enjoyable, and oriented towards rapid results. Supporting factors for this program include the availability of adequate facilities and infrastructure with comfortable classrooms, digital media, and standard Quranic manuscripts. While inhibiting factors include frequent participant fatigue and decreased attendance. The resulting impact is that after one month, 85% of students had increased Quranic literacy, self-confidence, and involvement in mosque activities, concluding that this activity was successful.