Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia masih didominasi pendekatan yang berpusat pada guru, sehingga partisipasi ruang dan keterlibatan kritis siswa menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan menerapkan penerapan student-centered learning (SCL) dalam membentuk kelas PAI yang demokratis, khususnya dalam memperkuat budaya diskusi dan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka (library Research), penelitian ini mengkaji secara sistematis 22 artikel jurnal terindeks Sinta serta 8 buku dan dokumen kebijakan relevan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa SCL mampu mendorong partisipasi aktif, interaksi dialogis, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sekaligus mewujudkan pendidikan agama yang benar-benar demokratis. Aktivitas berbasis diskusi terbukti menjadi inti dalam membangun pemahaman keagamaan yang reflektif. Meski demikian, tantangan implementasi masih ada, terutama terkait kesiapan guru, kepercayaan diri siswa, dan konteks pembelajaran yang beragam. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka teoritis yang lebih terpadu antara SCL, budaya diskusi, dan pemikiran kritis dalam pembelajaran PAI.
Copyrights © 2026