Rendahnya Rendahnya literasi Al-Qur'an mahasiswa tidak hanya mencerminkan masalah kemampuan membaca, tetapi juga defisit afektif dan spiritual yang jarang diukur secara terstruktur. Penelitian ini menawarkan kerangka evaluasi multidimensional yang mengukur dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara simultan melalui program Qur'an Camp intensif tiga hari berbasis small-group mentoring di perguruan tinggi kesehatan. Menggunakan desain pre-eksperimental one-group pre-test dan post-test, penelitian melibatkan 194 mahasiswa semester II dari sembilan program studi di Universitas Aisyah Pringsewu. Instrumen meliputi kuesioner self-assessment skala Likert enam item, tes kognitif pilihan ganda dan uraian terbuka, serta analisis kualitatif keterlibatan reflektif, yang dianalisis menggunakan paired sample t-test, uji Wilcoxon signed-rank, dan Cohen's d. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi afektif (self-efficacy) (d = 0,156), terutama pada pemahaman kandungan Juz Amma dan penerapan tajwid. Dimensi kognitif menunjukkan penguasaan materi faktual yang baik, namun masih terdapat kesenjangan pada konsep tajwid yang kompleks. Dimensi spiritual menunjukkan indikasi awal pendalaman refleksi melalui sesi tadabbur, meski masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dengan instrumen yang lebih sistematis. Peserta dengan baseline rendah memperoleh manfaat terbesar, mengonfirmasi hipotesis ceiling effect. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model micro-intervention dalam pendidikan Islam di perguruan tinggi serta memperluas asesmen holistik literasi Al-Qur'an di luar pendekatan teknis semata.
Copyrights © 2026