Permasalahan utama dalam penelitian ini Adalah rendahnya perkembangan bahasa anak kelompok A diĀ TKIT Al-Azkia Cirebon, Dimana hanya 35% anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak melalui kegiatan bermain musik menggunakan instrument angklung. Metode yang digunakan Adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 17 subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan peningkatan signifikan pada perkembangan bahasa anak. Pada tahap pra siklus, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) hanya sebesar 24%. Setelah tindakan pada siklus I, persentase tersebut tetap di angka 24% namun dengan perbaikan perilaku, dan meningkat tajam pada siklus II menjadi 82%. Peningkatan ini mencakup aspek menyimak, penguasaan kosa kata, pelafalan, keberanian berbicara, serta kemampuan mengungkapkan ide. Disimpulkan bahwa kegiatan bermain musik angklung efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini secara menyenangkan dan interaktif.
Copyrights © 2026