M Arif Syarif H
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Media Loose Part Jerami pada Kegiatan Seni Kolase Anak Usia Dini Umi Kulsum; M Arif Syarif H; Andi Ali Kisai
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui pemanfaatan media loose part bahan alam jerami pada kegiatan seni kolase di Kelompok A TK Galikencana Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam koordinasi mata dan tangan ketika melakukan aktivitas menggunting, mengoles lem, menempel, dan menyusun pola sederhana. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 anak usia 4–5 tahun, yaitu 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui persentase perkembangan kemampuan motorik halus anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Pada tahap pra siklus kemampuan motorik halus anak mencapai 45%, meningkat menjadi 68% pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 88% pada siklus II. Anak terlihat lebih aktif, antusias, kreatif, dan mampu menyelesaikan kegiatan kolase secara lebih mandiri. Dengan demikian, media loose part bahan alam jerami terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun melalui Penggunaan Media Kertas Pola Sri Ayuni Lestari; M Arif Syarif H; Andi Ali Kisai
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui penggunaan media kertas pola. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak Kelompok A usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kertas pola mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak secara bertahap. Persentase ketuntasan anak meningkat dari 30% pada tahap pra-siklus menjadi 55% pada siklus I dan mencapai 85% pada siklus II. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam memegang gunting, mengikuti pola, serta menghasilkan guntingan yang lebih rapi dan terarah. Dengan demikian, media kertas pola efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Novelty dalam penelitian ini terletak pada penggunaan media kertas pola sebagai media sederhana, murah, dan mudah diterapkan dalam pembelajaran motorik halus melalui kegiatan menggunting berpola secara bertahap sesuai perkembangan anak usia 4–5 tahun.
Peningkatan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bermain Musik Angklung Konipah Konipah; Andi Ali Kisai; M Arif Syarif H
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2270

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini Adalah rendahnya perkembangan bahasa anak kelompok A di  TKIT Al-Azkia Cirebon, Dimana hanya 35% anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak melalui kegiatan bermain musik menggunakan instrument angklung. Metode yang digunakan Adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 17 subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan peningkatan signifikan pada perkembangan bahasa anak. Pada tahap pra siklus, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) hanya sebesar 24%. Setelah tindakan pada siklus I, persentase tersebut tetap di angka 24% namun dengan perbaikan perilaku, dan meningkat tajam pada siklus II menjadi 82%. Peningkatan ini mencakup aspek menyimak, penguasaan kosa kata, pelafalan, keberanian berbicara, serta kemampuan mengungkapkan ide. Disimpulkan bahwa kegiatan bermain musik angklung efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini secara menyenangkan dan interaktif.
Peningkatan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Media Melipat Kertas Origami Dita Ratnawati; M Arif Syarif H; Andi Ali Kisai
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2291

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di KB Babussalam Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon. Anak masih mengalami kesulitan dalam memegang pensil, meniru bentuk, mewarnai dengan rapi, dan melakukan koordinasi gerakan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media melipat kertas origami dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan melipat kertas origami mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Peningkatan terlihat pada koordinasi mata dan tangan, ketepatan lipatan, kerapian hasil, serta kemandirian anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, anak menjadi lebih aktif, antusias, dan tertarik selama proses pembelajaran berlangsung.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal dengan Media Kartu Huruf Yati Windawati; M Arif Syarif H; Irfan Fauzi Rachmat
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2304

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf vokal pada anak Kelompok A di TK Gagak Pertala IV Desa Cikawung, yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional dan kurangnya pemanfaatan media visual interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal (A, I, U, E, O) melalui implementasi media kartu huruf bergambar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak pada Kelompok A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi anak secara bertahap pada setiap siklus. Pada kondisi pra-siklus, persentase ketuntasan belajar anak hanya mencapai 20%. Setelah diberikan intervensi pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 53,3%, dan mengalami peningkatan signifikan pada siklus II hingga mencapai 86,7%, sehingga berhasil melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan (75%). Peningkatan ini juga diikuti oleh perubahan perilaku belajar anak yang menjadi lebih aktif, percaya diri, dan fokus. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu huruf bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal pada anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf melalui Media Kartu Huruf Bergambar pada Anak Usia 5–6 Tahun Rani Ismayati; M Arif Syarif H; Irfan Fauzi Rachmat
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2332

Abstract

Kemampuan mengenal huruf menjadi salah satu kemampuan dasar yang perlu dikembangkan pada anak usia dini karena berkaitan dengan perkembangan bahasa dan kesiapan anak dalam belajar membaca. Berdasarkan hasil pengamatan awal di TK Aisyiyah 5 Ciparay, kemampuan mengenal huruf abjad A–G pada anak usia 5–6 tahun masih belum berkembang dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan media kartu huruf bergambar dalam membantu meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 18 anak kelompok B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu huruf bergambar mampu membantu meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak. Ketuntasan belajar anak meningkat dari 22% pada tahap pra siklus menjadi 44% pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 84% pada Siklus II. Selain itu, anak terlihat lebih aktif, fokus, dan antusias selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media kartu huruf bergambar dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan untuk membantu perkembangan kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini.