Kemampuan berpikir kreatif merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini, namun dalam praktik pembelajaran masih ditemukan kegiatan belajar yang kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi secara aktif. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan anak dalam menghasilkan ide, memecahkan masalah, dan mengekspresikan gagasan belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Experiential Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri dari kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif meliputi aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan berpikir kreatif anak pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Model Experiential Learning memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan eksplorasi, refleksi, dan penerapan pengalaman sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif secara lebih optimal.
Copyrights © 2026