Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani bawang merah serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik proporsional random sampling terhadap 44 responden dari populasi 147 petani bawang merah. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dengan interval skor 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani berada pada kategori netral dengan skor rata-rata masing-masing 3,02; 2,97; dan 2,88. Hal ini mengindikasikan bahwa peran penyuluh belum optimal dalam mendorong perubahan signifikan pada kapasitas petani. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi minimnya pendampingan dan kehadiran penyuluh di lapangan, ketidakstabilan harga bawang merah akibat lemahnya kelembagaan penyangga harga, serta keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi pertanian modern. Kesimpulannya, meskipun penyuluh telah melaksanakan fungsinya, intensitas dan efektivitas penyuluhan masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih partisipatif, pelatihan rutin, dan penguatan kelembagaan petani agar transformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dapat berjalan optimal dan berkelanjutan
Copyrights © 2026