This Author published in this journals
All Journal Ase Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Penyuluh Pertanian Dalam Transformasi Pengetahuan, Keterampilan, Dan Sikap Petani Bawang Merah Di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto: The Role of Agricultural Extension Workers in Transforming the Knowledge, Skills, and Attitudes of Red Onion Farmers in Janettallasa Village, Rumbia District, Jeneponto Regency Al Animul Fadhil R Ilyas; Helda Ibrahim; Sulfiana Sulfiana
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani bawang merah serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Janettallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik proporsional random sampling terhadap 44 responden dari populasi 147 petani bawang merah. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dengan interval skor 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mentransformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani berada pada kategori netral dengan skor rata-rata masing-masing 3,02; 2,97; dan 2,88. Hal ini mengindikasikan bahwa peran penyuluh belum optimal dalam mendorong perubahan signifikan pada kapasitas petani. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi minimnya pendampingan dan kehadiran penyuluh di lapangan, ketidakstabilan harga bawang merah akibat lemahnya kelembagaan penyangga harga, serta keterbatasan akses terhadap modal dan teknologi pertanian modern. Kesimpulannya, meskipun penyuluh telah melaksanakan fungsinya, intensitas dan efektivitas penyuluhan masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih partisipatif, pelatihan rutin, dan penguatan kelembagaan petani agar transformasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dapat berjalan optimal dan berkelanjutan