Pengetahuan dan keterampilan berlayar merupakan modal berharga masayarakat Kepulauan Maluku dari zaman kuno, klasik hingga zaman kolonial, menjadikan Kepulauan ini sangat ramai dalam perputarab perdagangan dunia saat itu. Pendekatan sejarah maritim yang disandingkan dengan metode sejarah dilakukan dalam penelian ini untuk mengungkapkan fenomena yang terjadi berkaitan dengan posisi darah-daerah hinterland dalam aktvitas perdagangan di Pelabuhan Ternate Abad XV-XIX. Pelabuhan dari Kesultanan Tidore, Jailolo dan Bacan merupakan Pelabuhan yang memgang peranan penting sebagai daerah pemasok utama komoditi dagang bagi Kesultanan Ternate dalam perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Copyrights © 2026