Peninggalan kolonialisme sudah memberikan dampak besar pada susunan, nilai- nilai, serta arah pendidikan modern di Indonesia. Penelitian ini bertujuan guna menelaah pengaruh peninggalan tersebut dalam pembentukan sikap akademik yang formal serta bersaing di antara mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, wawancara terstruktur serta semi- terstruktur, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menempati posisi netral namun cenderung menyetujui tiga indikator utama: orientasi akademik formal, budaya persaingan, serta respons dan penyesuaian terhadap dinamika tersebut. Orientasi formal tercermin dalam kecenderungan mahasiswa mendefinisikan kesuksesan berdasarkan nilai, ijazah, sertifikat, dan legitimasi administratif pola yang mereproduksi sistem pendidikan kolonial. Budaya persaingan juga tampak kuat, terutama melalui dorongan untuk pencapaian pribadi dan pengakuan sosial. Namun, temuan penting dari penelitian ini adalah adanya kecenderungan adaptasi yang maju, seperti peningkatan keterlibatan dalam kegiatan kolaboratif, riset bersama, dan kesadaran kritis terhadap sejarah kolonial. Hal ini menandakan bahwa proses dekolonisasi kesadaran akademik mulai terbentuk, meskipun masih dalam tahap awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa warisan kolonial masih memengaruhi identitas akademik mahasiswa, tetapi proses negosiasi nilai sedang berjalan seiring dengan munculnya orientasi kolektif yang lebih manusiawi dan partisipatif.
Copyrights © 2026