Sejarah perlawanan rakyat Blambangan terhadap VOC Belanda yang dipimpin oleh Wong Agung Wilis pada tahun 1767-1768 adalah upaya memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan di Bumi Blambangan. Kedatangan VOC Belanda, selain membuat rakyat Blambangan justru mengalami ketertindasan secara politis, ekonomi, dan kebudayaan, ternyata juga membawa ideologi dominan yang hegemonik. Mulanya, VOC Belanda melakukan monopoli perdagangan, kemudian bermaksud menguasai wilayah Blambangan karena dianggap sebagai wilayah strategis untuk melakukan perdagangan dan penanaman komoditas perkebunan. Rakyat Blambangan dipaksa melakukan kerja wajib membangun benteng dan menanam di perkebunan oleh VOC Belanda. Dari keadaan semacam itu, muncul perlawanan dari rakyat Blambangan yang dipelopori oleh Wong Agung Wilis sebagai respon atas ketertindasan. Maka, historisitas perlawanan rakyat Blambangan tersebut perlu dibaca dalam kerangka teoritis tertentu. Dalam penelitian ini teori hegemoni Antonio Gramsci digunakan untuk menganalisis pemberontakan Agung Wilis dan Rakyat Blambangan tersebut. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatakan historis-filosofis. Akhirnya penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yakni gerakan tersebut merupakan usaha melawan hegemoni (counter hegemony) dan proses transformatifuntuk mengahancurkan hegemoni lama (kolonialisme-imperialisme VOC Belanda) dengan strategi hegemoni baru (pembebasan dari ketertindasan sistemik)
Copyrights © 2026