Artikel ini menelaah peran interdisipliner sosiologi dan antropologi dalam kajian Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada konteks masyarakat pesisir yang dinamis. Kajian ini diarahkan oleh lima pertanyaan utama mengenai eksplanasi sosiologis fenomena keagamaan, kontribusi antropologis terhadap tradisi lokal, relevansi analisis interaksi nilai Islam, implikasi integratif pada materi PAI, serta tantangan dan peluang penerapannya di era modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif dengan menelaah buku dan jurnal akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan sosiologi berperan dalam menganalisis fungsi agama, pola interaksi, dan dampak perubahan sosial bagi praktik keagamaan. Sementara itu, antropologi menekankan urgensi budaya lokal, tradisi, dan kearifan masyarakat dalam membentuk praktik pendidikan Islam di wilayah pesisir yang bercorak multikultural. Integrasi kedua perspektif ini menghasilkan pemahaman komprehensif yang memungkinkan PAI lebih responsif terhadap realitas kontemporer. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan interdisipliner memperkuat pengembangan kurikulum, strategi pedagogis, serta pembentukan karakter peserta didik yang kritis dan peka budaya. Kontribusi makalah ini bersifat teoretis dalam pengayaan diskursus pendidikan Islam, sekaligus praktis dalam penerapannya di masyarakat majemuk.
Copyrights © 2026