Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang sejarah, strategi urgensi, metodologi kodifikasi, serta dampak unifikasi Mushaf Utsmani terhadap transmisi teks Al-Qur'an dalam sejarah peradaban Islam. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana kebijakan Khalifah Utsman bin Affan bertransformasi dari sekadar kebijakan administratif menjadi instrumen teologis dalam menjaga otentisitas wahyu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian historis-deskriptif (historis-deskriptif penelitian). Data dikumpulkan melalui studi dokumen (studi pustaka) terhadap sumber-sumber primer seperti kitab-kitab hadis sahih dan sastra klasik Ulumul Qur'an, serta sumber sekunder dari literatur sejarah Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unifikasi Mushaf Utsmani merupakan ijtihad politik-keagamaan yang monumental untuk mengatasi perpecahan umat akibat perbedaan dialek (qira'at) di wilayah-wilayah Islam yang baru ditaklukkan. Proses kodifikasi dilakukan secara kolektif oleh tim ahli di bawah pimpinan Zaid bin Thabit dengan kriteria verifikasi yang sangat ketat berdasarkan dialek Quraisy. Dampak dari penyatuan ini adalah terbentuknya standar penulisan tunggal (Rasm al-Utsmani) yang secara permanen menjaga autentisitas teks Al-Qur'an, serta menjadi landasan utama bagi perkembangan disiplin ilmu Al-Qur'an lainnya seperti ilmu Rasm, Dhabt, dan Qira'at di seluruh dunia Islam hingga masa kini.
Copyrights © 2026