Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif siswa terhadap penggunaan e-learning dalam mendukung pembelajaran mandiri pada program keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 4 Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan pembelajaran videografi secara daring, seperti keterbatasan praktik langsung, hambatan teknis, serta minimnya interaksi antara guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Prosedur penelitian dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi selama kegiatan PLP II, penentuan narasumber menggunakan teknik purposive sampling yang hasilnya terdapat 3 orang sebagai narasumber penelitian, penyusunan dan pelaksanaan instrumen wawancara daring, transkripsi data, analisis data menggunakan perangkat lunak NVivo melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan identifikasi tema, hingga validasi melalui triangulasi metode. Hasil analisis mengidentifikasi enam tema utama, yaitu: materi belajar dan soal evaluasi, interaktivitas, peran guru, kesempatan bekerja sama, penggunaan multimedia, serta saran dan masukan. Temuan menunjukkan bahwa siswa merespons positif penggunaan e-learning karena fleksibilitas waktu, aksesibilitas materi, dan keberagaman media pembelajaran yang ditawarkan. Namun, masih terdapat kendala teknis dan keterbatasan interaksi yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa e-learning memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian belajar siswa SMK, khususnya pada mata pelajaran berbasis praktik seperti videografi, apabila dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan kualitas materi, dukungan guru, interaktivitas, dan fasilitas kolaboratif yang memadai.
Copyrights © 2026