Dinamika kenakalan remaja di lingkungan SMA kian menunjukkan kompleksitas yang meningkat, dipengaruhi oleh akselerasi teknologi informasi, transformasi nilai sosial, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai moral pada generasi muda. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji secara mendalam strategi yang diterapkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mereduksi kenakalan remaja melalui kerangka pendidikan karakter berbasis perspektif Thomas Lickona. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research), data dikumpulkan melalui telaah terhadap berbagai jurnal ilmiah, referensi buku, dan publikasi akademik yang relevan dengan pendidikan karakter serta problematika kenakalan remaja. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi guru PAI dalam konteks ini dapat dikategorikan ke dalam tiga dimensi utama: penguatan moral knowing, pengembangan moral feeling, dan pembentukan moral action. Ketiga dimensi tersebut diaktualisasikan melalui pembelajaran kontekstual, rutinitas ibadah, keteladanan pendidik, keterlibatan dalam kegiatan sosial-keagamaan, serta penguatan iklim religius sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka pendidikan karakter perspektif Thomas Lickona memiliki relevansi tinggi sebagai pendekatan holistik dan integratif untuk meminimalkan perilaku menyimpang remaja sekaligus membangun generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026