Zacky Al-Ghofir El-Muhtadi Rizal
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru PAI dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Melalui Pendidikan Karakter di SMA: Analisis Perspektif Thomas Lickona Fahmi Maulana; Zacky Al-Ghofir El-Muhtadi Rizal; Yasmin Anikoh; Novia Firzanah; Abdul Adzim
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7903

Abstract

Dinamika kenakalan remaja di lingkungan SMA kian menunjukkan kompleksitas yang meningkat, dipengaruhi oleh akselerasi teknologi informasi, transformasi nilai sosial, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai moral pada generasi muda. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji secara mendalam strategi yang diterapkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mereduksi kenakalan remaja melalui kerangka pendidikan karakter berbasis perspektif Thomas Lickona. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research), data dikumpulkan melalui telaah terhadap berbagai jurnal ilmiah, referensi buku, dan publikasi akademik yang relevan dengan pendidikan karakter serta problematika kenakalan remaja. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa strategi guru PAI dalam konteks ini dapat dikategorikan ke dalam tiga dimensi utama: penguatan moral knowing, pengembangan moral feeling, dan pembentukan moral action. Ketiga dimensi tersebut diaktualisasikan melalui pembelajaran kontekstual, rutinitas ibadah, keteladanan pendidik, keterlibatan dalam kegiatan sosial-keagamaan, serta penguatan iklim religius sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka pendidikan karakter perspektif Thomas Lickona memiliki relevansi tinggi sebagai pendekatan holistik dan integratif untuk meminimalkan perilaku menyimpang remaja sekaligus membangun generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
KONSEP ETIKA PROFESIONAL GURU DALAM BERMEDIA SOSIAL PADA KITAB TADZKIRAH AL-SAMI’ WA AL-MUTAKALLIM KARYA IBN JAMA’AH Zacky Al-Ghofir El-Muhtadi Rizal; Fina Khilyatu Zahwa; Lia Tuljanah; Abdul Adhim
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.60140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika profesional guru dalam bermedia sosial berdasarkan pemikiran Badruddin Ibn Jama’ah dalam kitab Tadzkirah al-Sāmi’ wa al-Mutakallim serta menjelaskan relevansinya terhadap praktik profesional guru di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Tadzkirah al-Sāmi’ wa al-Mutakallim karya Ibn Jama’ah, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan fokus kajian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yaitu dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep etika guru yang terdapat dalam kitab tersebut, kemudian mengaitkannya dengan fenomena penggunaan media sosial oleh guru pada era digital untuk menemukan relevansi nilai-nilai etika tersebut terhadap profesionalisme guru kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesional guru menurut Ibn Jama’ah mencakup menjaga akhlak dan kehormatan diri, menjaga lisan dan komunikasi, menjadi teladan, bersikap ikhlas dan bertanggung jawab, menyayangi peserta didik, berlaku adil, serta mengembangkan keilmuan secara berkelanjutan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kebutuhan etika guru dalam bermedia sosial, khususnya dalam membangun komunikasi digital yang santun, melakukan verifikasi informasi, menjaga privasi peserta didik, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah yang konstruktif. Dengan demikian, pemikiran Ibn Jama’ah dapat menjadi landasan etis bagi penguatan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan ruang digital.