Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika profesional guru dalam bermedia sosial berdasarkan pemikiran Badruddin Ibn Jama’ah dalam kitab Tadzkirah al-Sāmi’ wa al-Mutakallim serta menjelaskan relevansinya terhadap praktik profesional guru di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Tadzkirah al-Sāmi’ wa al-Mutakallim karya Ibn Jama’ah, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan fokus kajian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yaitu dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep etika guru yang terdapat dalam kitab tersebut, kemudian mengaitkannya dengan fenomena penggunaan media sosial oleh guru pada era digital untuk menemukan relevansi nilai-nilai etika tersebut terhadap profesionalisme guru kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesional guru menurut Ibn Jama’ah mencakup menjaga akhlak dan kehormatan diri, menjaga lisan dan komunikasi, menjadi teladan, bersikap ikhlas dan bertanggung jawab, menyayangi peserta didik, berlaku adil, serta mengembangkan keilmuan secara berkelanjutan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kebutuhan etika guru dalam bermedia sosial, khususnya dalam membangun komunikasi digital yang santun, melakukan verifikasi informasi, menjaga privasi peserta didik, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah yang konstruktif. Dengan demikian, pemikiran Ibn Jama’ah dapat menjadi landasan etis bagi penguatan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan ruang digital.