Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menjadi salah satu peristiwa yang menimbulkan perhatian publik karena tidak hanya mengancam keselamatan jiwa korban, tetapi juga memunculkan persoalan serius terkait perlindungan Hak Asasi Manusia dan penegakan hukum di indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus tersebut dalam perspektif Hak Asasi Manusia dengan menitikberatkan pada pelanggaran hak hidup, tanggung jawab negara terhadap perlindungan dan pemulihan korban, serta implikasinya terhadap kebebasan pembela Hak Asasi Manusia. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari instrumen Hak Asasi Manusia internasional, peraturan perundang-undangan nasional, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap korban merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak hidup dan hak atas keamanan pribadi yang dijamin dalam berbagai instrumen ham. Negara memiliki kewajiban untuk menghormati (to respect), melindungi (to protect), dan memenuhi (to fulfill) hak-hak korban melalui penegakan hukum yang efektif, perlindungan saksi dan korban, serta pemulihan yang komprehensif. Selain itu, kasus ini berpotensi menimbulkan chilling effect terhadap kebebasan berekspresi dan aktivitas pembela ham sehingga dapat memengaruhi kualitas demokrasi dan penegakan ham di indonesia. Oleh karena itu, diperlukan komitmen negara untuk menjamin akuntabilitas hukum serta perlindungan yang optimal terhadap setiap warga negara dari berbagai bentuk kekerasan dan intimidasi.
Copyrights © 2026