Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi Martuppol dalam adat Batak Toba sebagai sumber belajar masyarakat urban di Kota Medan serta mengidentifikasi nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Lingkungan Gang Toba Sari, Kota Medan, Sumatera Utara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pengetahuan dan keterlibatan mereka dalam pelaksanaan adat Batak Toba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Martuppol tidak hanya berfungsi sebagai prosesi pertunangan resmi sebelum pernikahan, tetapi juga menjadi media pembelajaran informal yang memungkinkan terjadinya proses pewarisan nilai, norma, dan pengetahuan budaya kepada generasi muda. Melalui keterlibatan dalam tradisi tersebut, masyarakat mempelajari sistem kekerabatan Batak Toba, tanggung jawab sosial, serta berbagai nilai kehidupan yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai edukatif yang ditemukan meliputi nilai religius, tanggung jawab, komitmen, kekeluargaan, sosial, dan pelestarian budaya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Martuppol memiliki peran strategis sebagai sumber belajar masyarakat yang mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas budaya Batak Toba di tengah dinamika kehidupan masyarakat urban.
Copyrights © 2026